Catat, Cara Ikutan Bursa Perdagangan Karbon

Catat, Cara Ikutan Bursa Perdagangan Karbon

Perdagangan karbon merupakan salah satu bentuk manifestasi dari Nilai Ekonomi Karbon (NEK) untuk mendukung perubahan iklim. Saat ini, Indonesia sudah memiliki bursa karbonnya sendiri yaitu IDX Carbon yang berada di naungan PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Baca Juga: Bursa Karbon: Pengertian, Cara Kerja, dan Dampaknya Melalui IDXCarbon, perusahaan yang berhasil menekan emisi karbon dapat menjual kredit karbonnya ke perusahaan yang melewati batas emisi yang diperbolehkan. Mari simak bagaimana cara ikut ke dalam bursa perdagangan karbon, berikut ini: Perdagangan Karbon Penuhi Syarat Bursa Perdagangan Karbon Untuk dapat mengikuti bursa karbon, ada syarat yang harus dipenuhi oleh perusahaan maupun instansi yang memiliki aktivitas di Indonesia. Syarat utamanya adalah perusahaan maupun instansi harus terdaftar pada Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN-PPI) milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Sementara untuk masyarakat umum maupun masyarakat hukum adat dapat pula ikut serta dalam bursa karbon, namun perlu untuk menggandeng mitra pendamping yang telah terdaftar ke dalam sistem registrasi. Mitra tersebut harus mampu bertindak sebagai narahubung yang memiliki pengalaman atau keahlian terkait pasar karbon. Baca Juga: Daftar Negara yang Menerapkan Inisiatif Bursa Karbon Daftar jadi Peserta Perdagangan Karbon Untuk perusahaan yang ingin ikut serta dalam bursa karbon, maka perlu terlebih dahulu menjadi Pengguna Jasa Bursa Karbon (PJBK) agar dapat ikut serta dalam perdagangan karbon di IDX Carbon. Dilansir dari laman resmi IDX Carbon, berikut adalah cara untuk mendaftar ke bursa karbon: Mendaftar dengan menghubungi PT Bursa Efek Indonesia ke alamat email support.idxcarbon@idx.co.id dengan mengirimkan formulir beserta dokumen kelengkapan. Dokumen lengkap yang perlu dikirimkan adalah; (1) Formulir Pendaftaran Pengguna Jasa IDXCarbon, dan (2) Surat Pernyataan Calon Pengguna Jasa IDXCarbon ditandatangi di atas materai (dengan lampiran sesuai informasi detail yang diminta dalam www.idxcarbon.co.id).  Mendaftar sebagai user pengguna dengan menggunakan Form kedua, yaitu Form Pendaftaran User Pengguna Jasa Bursa Karbon, dan melampirkan dokumen lengkap sesuai detail yang diminta dalam www.idxcarbon.co.id.  Mendapat konfirmasi pembukaan Rekening Efek dan menerima surat persetujuan dari IDXCarbon. Jika permohonan perusahaan disetujui, maka perusahaan telah dapat secara aktif ikut dalam perdagangan karbon Bursa Efek Indonesia.  Perdagangan karbon ini telah berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan yang mengedepankan transparansi, likuiditas, efisiensi, dan kemudahan akses.Sehingga terjamin legalitasnya. Mengingat bahwa Indonesia turut berkomitmen menuju masa depan yang rendah emisi melalui dokumen Enhance Nationally Determined Contribution (ENDC), maka untuk perusahaan yang ikut serta dalam IDX Carbon secara tidak langsung telah ikut berkontribusi dalamtarget penurunan emisi GRK sebesar 31,89% hingga 43,20% dibanding BAU pada 2030.  Jangan lupa pula, untuk konsultasikan target pengurangan emisi perusahaan Anda bersama Satuplatform sebagai all-in-one solution untuk ESG perusahaan Anda. Dapatkan FREE DEMO untuk simulasi perhitungan emisi sekarang juga! Similar Article Catat, Cara Ikutan Bursa Perdagangan Karbon Perdagangan karbon merupakan salah satu bentuk manifestasi dari Nilai Ekonomi Karbon (NEK) untuk mendukung perubahan iklim. Saat ini, Indonesia sudah memiliki bursa karbonnya sendiri yaitu IDX Carbon yang berada di naungan PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Baca Juga: Bursa Karbon: Pengertian, Cara Kerja, dan Dampaknya Melalui IDXCarbon, perusahaan yang berhasil menekan emisi karbon dapat menjual kredit karbonnya ke perusahaan yang melewati batas emisi yang diperbolehkan. Mari simak bagaimana cara ikut ke dalam bursa perdagangan karbon, berikut ini: Perdagangan Karbon Penuhi Syarat Bursa Perdagangan Karbon Untuk dapat mengikuti bursa karbon, ada syarat yang harus dipenuhi oleh perusahaan maupun instansi yang memiliki… Transportasi Berkelanjutan sebagai Fasilitas Kendaraan Umum Penggunaan kendaraan umum digadang-gadang sebagai solusi dari fenomena tingginya mobilitas penduduk dan kemacetan yang terjadi di kota-kota besar. Namun sedikit disadari bahwa memilih kendaraan umum saja tidak cukup untuk menjadi solusi terbaik di tengah kondisi iklim yang semakin mengkhawatirkan. Baca Juga: Bangga! Inisiatif Indonesia Wujudkan Transportasi Umum dan Berkelanjutan Dalam hal ini, infrastruktur kendaraan umum dan angkutan publik yang ramah terhadap lingkungan sangat diperlukan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.  Kendaraan Umum Transportasi Berkelanjutan Transportasi berkelanjutan adalah suatu moda transportasi yang minim emisi, efisien dari segi energi, terjangkau secara ekonomi, juga meliputi moda transportasi listrik dan transportasi dengan energi alternatif.  Menurut World… Bangga! Inisiatif Indonesia Wujudkan Transportasi Umum dan Berkelanjutan Diskursus mengenai transportasi saat ini tidak cukup hanya melihat pada mode yang digunakan oleh orang-orang untuk mobilisasi. Namun, penting pula untuk memperhatikan dampak yang diberikan terhadap lingkungan. Sebab, tidak dapat dipungkiri bahwa kini, sekitar 90% transportasi masih berupa petroleum-based yang dapat menyisakan jejak karbon Mengingat bahwa transportasi menjadi objek yang perlu diperhatikan karena telah memberikan dampak emisi gas sisa terhadap lingkungan, maka setiap negara-negara di dunia perlu untuk memperhatikan mode transportasi yang berjalan, terutama yang digunakan sebagai transportasi umum. Baca Juga: Beralih ke Transportasi Umum untuk Kurangi Emisi Transportasi Umum Transportasi Umum di Indonesia Indonesia sejak dahulu memiliki berbagai kendaraan… 3 Perusahaan Capai Ambisi Kurangi Gas Rumah Kaca Gas rumah kaca merupakan salah satu ancaman yang nyata bagi bumi. Berbagai upaya dilakukan oleh negara-negara di dunia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan. Termasuk pula dari negara-negara industri, mengingat bahwa sektor industri menyumbang sebanyak 23% emisi gas di dunia per tahun 2021. Baca Juga: Bursa Karbon Indonesia: Peluang dan Tantangan dalam Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Emisi yang disumbangkan oleh industri tidak lain utamanya adalah datang dari aktivitas menghasilkan energi berbasis pembakaran bahan bakar fosil, serta dari reaksi-reaksi kimia tertentu dalam proses produksi bahan mentah. Baca Juga: Emisi Gas Rumah Kaca Scope 1, 2 dan 3… Terapkan Dekarbonisasi, 3 Perusahaan Ini Serius Tangani ESG Di tengah kondisi lingkungan yang semakin mengkhawatirkan karena masifnya dampak perubahan iklim, upaya untuk memperbaiki situasi perlu dilakukan secara bersama-sama oleh berbagai pihak. Mulai dari individu, entitas, maupun perusahaan. Terutama perusahaan dari sektor industri kelistrikan yang menyumbang sekitar 43% total emisi karbon terhadap lingkungan. Maupun juga untuk perusahaan dari sektor lainnya, penting untuk menyadari bahwa meningkatnya panas bumi akibat emisi gas karbon adalah hal yang serius. Dalam hal ini, praktik dekarbonisasi secara bertahap dapat mendorong perubahan ke arah yang lebih baik. Berikut 3 perusahaan yang sudah terapkan dekarbonisasi:  Dekarbonisasi: IKEA IKEA adalah salah satu contoh perusahaan yang secara serius tangani ESG… Beralih ke Transportasi Umum untuk Kurangi Emisi Dalam kehidupan, jejak karbon ditemukan dalam berbagai aktivitas. Salah satunya adalah dari aktivitas bepergian dengan menggunakan mode kendaraan bermotor. Kendaraan bermotor sebagai bentuk transportasi memerlukan bahan bakar seperti bensin maupun …

Transportasi Berkelanjutan sebagai Fasilitas Kendaraan Umum

Transportasi Berkelanjutan sebagai Fasilitas Kendaraan Umum

Penggunaan kendaraan umum digadang-gadang sebagai solusi dari fenomena tingginya mobilitas penduduk dan kemacetan yang terjadi di kota-kota besar. Namun sedikit disadari bahwa memilih kendaraan umum saja tidak cukup untuk menjadi solusi terbaik di tengah kondisi iklim yang semakin mengkhawatirkan. Baca Juga: Bangga! Inisiatif Indonesia Wujudkan Transportasi Umum dan Berkelanjutan Dalam hal ini, infrastruktur kendaraan umum dan angkutan publik yang ramah terhadap lingkungan sangat diperlukan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.  Kendaraan Umum Transportasi Berkelanjutan Transportasi berkelanjutan adalah suatu moda transportasi yang minim emisi, efisien dari segi energi, terjangkau secara ekonomi, juga meliputi moda transportasi listrik dan transportasi dengan energi alternatif.  Menurut World Bank, transportasi merupakan salah satu sumber emisi karbon dengan pertumbuhan tercepat. Transportasi dapat menyumbang sampai dengan 70% polusi udara perkotaan.  Oleh karena emisi yang dihasilkan tersebut, mode transportasi berkelanjutan atau yang sering kali disebut green transportation mulai mencuat ke dalam diskursus di berbagai negara. Dimulai dari transportasi sederhana yang sejak dahulu banyak digunakan, yaitu sepeda. Sampai dengan transportasi berbasis listrik dan berwawasan masa depan. Baca Juga: Beralih ke Transportasi Umum untuk Kurangi Emisi Kendaraan Umum yang Berkelanjutan Untuk menciptakan fasilitas transportasi umum dengan mode transportasi berkelanjutan perlu didukung oleh kesiapan tata kota yang baik. Dalam hal ini, pertimbangan terhadap aspek ekonomi, lingkungan hidup, dan sosial perlu menjadi dasar kerangka kerja yang terencana dan terpelihara. Dari segi ekonomi, biaya untuk transportasi umum berkelanjutan harus terjangkau untuk berbagai kalangan masyarakat sehingga dapat digunakan secara massal. Dari aspek sosial, pengembangan pilihan mode transportasi berkelanjutan harus terjamin keamanannya termasuk dapat diakses oleh masyarakat tanpa memandang jenis kelamin, usia, maupun keterbatasan fisik mereka. Berikutnya dari segi lingkungan, tentu transportasi berkelanjutan harus dapat mengurangi polusi udara serta menciptakan lingkungan hidup yang lebih hijau. Tantangan Implementasi Transportasi Umum Berkelanjutan Untuk dapat menerapkan transportasi umum yang berkelanjutan, tidak dapat dipungkiri memang masih didapati berbagai tantangan. Utamanya adalah dari segi biaya peralihan dari energi berbasis minyak konvensional ke energi bersih dan kendaraan rendah emisi. Khususnya untuk Indonesia, perlu untuk memetakan Total Cost of Ownership (TCO) dari kendaraan umum ramah lingkungan yang akan diimplementasikan. Tantangan lainnya adalah terkait dengan jaringan transportasi umum yang perlu untuk dipastikan keterjangkauannya oleh berbagai daerah dan masyarakat yang bermukim di rute tersebut. Pada akhirnya, gerakan menuju transportasi berkelanjutan memang memerlukan komitmen dari berbagai pihak. Mulai dari pemerintah, sektor publik dan swasta, hingga pada masyarakat selaku individu. Dalam hal ini, Satuplatform hadir sebagai all-in-one solution yang dapat membantu menghitung jumlah emisi karbon yang dihasilkan agar tujuan strategis menuju transportasi berkelanjutan dapat terlihat hasilnya secara konkret. Coba FREE DEMO dari Satuplatform sekarang juga! /*! elementor – v3.18.0 – 20-12-2023 */ .elementor-heading-title{padding:0;margin:0;line-height:1}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title[class*=elementor-size-]>a{color:inherit;font-size:inherit;line-height:inherit}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-small{font-size:15px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-medium{font-size:19px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-large{font-size:29px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-xl{font-size:39px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-xxl{font-size:59px} Similar Article Transportasi Berkelanjutan sebagai Fasilitas Kendaraan Umum Penggunaan kendaraan umum digadang-gadang sebagai solusi dari fenomena tingginya mobilitas penduduk dan kemacetan yang terjadi di kota-kota besar. Namun sedikit disadari bahwa memilih kendaraan umum saja tidak cukup untuk menjadi solusi terbaik di tengah kondisi iklim yang semakin mengkhawatirkan. Baca Juga: Bangga! Inisiatif Indonesia Wujudkan Transportasi Umum dan Berkelanjutan Dalam hal ini, infrastruktur kendaraan umum dan angkutan publik yang ramah terhadap lingkungan sangat diperlukan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.    Transportasi Berkelanjutan Transportasi berkelanjutan adalah suatu moda transportasi yang minim emisi, efisien dari segi energi, terjangkau secara ekonomi, juga meliputi moda transportasi listrik dan transportasi dengan energi alternatif.  Menurut World Bank,… Bangga! Inisiatif Indonesia Wujudkan Transportasi Umum dan Berkelanjutan Diskursus mengenai transportasi saat ini tidak cukup hanya melihat pada mode yang digunakan oleh orang-orang untuk mobilisasi. Namun, penting pula untuk memperhatikan dampak yang diberikan terhadap lingkungan. Sebab, tidak dapat dipungkiri bahwa kini, sekitar 90% transportasi masih berupa petroleum-based yang dapat menyisakan jejak karbon Mengingat bahwa transportasi menjadi objek yang perlu diperhatikan karena telah memberikan dampak emisi gas sisa terhadap lingkungan, maka setiap negara-negara di dunia perlu untuk memperhatikan mode transportasi yang berjalan, terutama yang digunakan sebagai transportasi umum. Baca Juga: Beralih ke Transportasi Umum untuk Kurangi Emisi Transportasi Umum Transportasi Umum di Indonesia Indonesia sejak dahulu memiliki berbagai kendaraan… 3 Perusahaan Capai Ambisi Kurangi Gas Rumah Kaca Gas rumah kaca merupakan salah satu ancaman yang nyata bagi bumi. Berbagai upaya dilakukan oleh negara-negara di dunia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan. Termasuk pula dari negara-negara industri, mengingat bahwa sektor industri menyumbang sebanyak 23% emisi gas di dunia per tahun 2021. Baca Juga: Bursa Karbon Indonesia: Peluang dan Tantangan dalam Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Emisi yang disumbangkan oleh industri tidak lain utamanya adalah datang dari aktivitas menghasilkan energi berbasis pembakaran bahan bakar fosil, serta dari reaksi-reaksi kimia tertentu dalam proses produksi bahan mentah. Baca Juga: Emisi Gas Rumah Kaca Scope 1, 2 dan 3… Terapkan Dekarbonisasi, 3 Perusahaan Ini Serius Tangani ESG Di tengah kondisi lingkungan yang semakin mengkhawatirkan karena masifnya dampak perubahan iklim, upaya untuk memperbaiki situasi perlu dilakukan secara bersama-sama oleh berbagai pihak. Mulai dari individu, entitas, maupun perusahaan. Terutama perusahaan dari sektor industri kelistrikan yang menyumbang sekitar 43% total emisi karbon terhadap lingkungan. Maupun juga untuk perusahaan dari sektor lainnya, penting untuk menyadari bahwa meningkatnya panas bumi akibat emisi gas karbon adalah hal yang serius. Dalam hal ini, praktik dekarbonisasi secara bertahap dapat mendorong perubahan ke arah yang lebih baik. Berikut 3 perusahaan yang sudah terapkan dekarbonisasi:  Dekarbonisasi: IKEA IKEA adalah salah satu contoh perusahaan yang secara serius tangani ESG… Beralih ke Transportasi Umum untuk Kurangi Emisi Dalam kehidupan, jejak karbon ditemukan dalam berbagai aktivitas. Salah satunya adalah dari aktivitas bepergian dengan menggunakan mode kendaraan bermotor. Kendaraan bermotor sebagai bentuk transportasi memerlukan bahan bakar seperti bensin maupun solar untuk dapat beroperasi.  Sedikit disadari, bahwa transportasi dalam bentuk kendaraan bermesin dapat memberikan dampak buruk terhadap lingkungan dibandingkan transportasi umum. Baca Juga: Selebriti Dunia Ini Disebut Punya Jejak Emisi Jet Pribadi Terburuk Penyumbang utama emisi karbon Mengutip dari World Resource Institute pada tahun 2016, emisi karbon dioksida yang dihasilkan dari transportasi menyumbangkan seperlima dari total emisi karbon dioksida global. Diiringi dengan jumlah penggunaan transportasi pribadi yang tinggi, gas sisa… Fast Fashion dan Efeknya bagi Bumi Istilah fast fashion belakangan semakin dikenal seiring dengan meningkatnya pilihan akan tren dan mode dalam berpakaian. Silih berganti tren fashion mendorong pada meningkatnya limbah …

Bangga! Inisiatif Indonesia Wujudkan Transportasi Umum dan Berkelanjutan

Bangga! Inisiatif Indonesia Wujudkan Transportasi Umum dan Berkelanjutan

Diskursus mengenai transportasi saat ini tidak cukup hanya melihat pada mode yang digunakan oleh orang-orang untuk mobilisasi. Namun, penting pula untuk memperhatikan dampak yang diberikan terhadap lingkungan. Sebab, tidak dapat dipungkiri bahwa kini, sekitar 90% transportasi masih berupa petroleum-based yang dapat menyisakan jejak karbon Mengingat bahwa transportasi menjadi objek yang perlu diperhatikan karena telah memberikan dampak emisi gas sisa terhadap lingkungan, maka setiap negara-negara di dunia perlu untuk memperhatikan mode transportasi yang berjalan, terutama yang digunakan sebagai transportasi umum. Baca Juga: Beralih ke Transportasi Umum untuk Kurangi Emisi Transportasi Umum Transportasi Umum di Indonesia Indonesia sejak dahulu memiliki berbagai kendaraan umum sebagai transportasi publik. Mulai dari bus kota, mikrolet, kereta api, commuter line, hingga saat ini terdapat kereta cepat. Namun minat masyarakat untuk menggunakan transportasi publik tidak selalu tinggi. Bahkan, berdasarkan survei Litbang Kompas yang bertajuk Peningkatan Layanan Transportasi Umum Atasi Kemacetan Ibu Kota pada tahun 2023 diketahui bahwa sebanyak 40,9% dari total responden mengaku jarang memanfaatkan fasilitas publik. Kemudian 31,9% responden mengaku tidak pernah sama sekali menggunakan mode transportasi umum. Baca Juga: 4 Cara Tepat Kurangi Jejak Karbon Pribadi Kehadiran transportasi umum untuk menekan jumlah gas sisa kendaraan bermotor pada akhirnya masih kurang efektif. Oleh sebab itu, selain terus menghimbau penggunaan transportasi umum, pemerintah juga mulai beralih ke kendaraan umum yang lebih ramah lingkungan atau dikenal sebagai transportasi berkelanjutan. Menuju Transportasi Umum Berkelanjutan Indonesia merupakan salah satu negara yang berinisiatif untuk mewujudkan transportasi berkelanjutan di ASEAN. Di lingkup ASEAN sendiri transportasi berkelanjutan tengah menjadi perhatian utama dan dimuat dalam rencana strategis ASEAN 2016 – 2025. Adapun strategi yang dilakukan adalah meliputi penggunaan transportasi rendah emisi, efisiensi energi, sampai dengan penggunaan lahan yang terintegrasi. Indonesia sendiri menjalankan inisiatif transportasi berkelanjutan dengan melakukan dua upaya, yaitu dekarbonisasi dan pembiayaan kreatif non APBN. Sebagai contoh konkret dalam mengimplementasikan transportasi berkelanjutan adalah dengan membangun LRT, MRT, serta kereta cepat sebagai kendaraan umum masyarakat yang berbasis listrik dan berwawasan masa depan. Kendaraan umum berbasis transportasi berkelanjutan dapat mengurangi emisi dari sektor transportasi yang selama ini telah berkontribusi terhadap perubahan iklim dunia. Pada akhirnya, gerakan menuju transportasi berkelanjutan memang memerlukan komitmen dari berbagai pihak. Mulai dari pemerintah, sektor publik dan swasta, hingga pada masyarakat selaku individu.  Terutama untuk perusahaan transportasi, penting untuk memperhatikan perhitungan karbon yang dihasilkan. Agar penggunaan bahan bakar transportasi yang masih memakai bahan fosil dapat secara gradual beralih ke energi alternatif secara lebih efisien. Coba simulasi FREE DEMO dari Satuplatform sekarang juga Similar Article Bangga! Inisiatif Indonesia Wujudkan Transportasi Umum dan Berkelanjutan Diskursus mengenai transportasi saat ini tidak cukup hanya melihat pada mode yang digunakan oleh orang-orang untuk mobilisasi. Namun, penting pula untuk memperhatikan dampak yang diberikan terhadap lingkungan. Sebab, tidak dapat dipungkiri bahwa kini, sekitar 90% transportasi masih berupa petroleum-based yang dapat menyisakan jejak karbon Mengingat bahwa transportasi menjadi objek yang perlu diperhatikan karena telah memberikan dampak emisi gas sisa terhadap lingkungan, maka setiap negara-negara di dunia perlu untuk memperhatikan mode transportasi yang berjalan, terutama yang digunakan sebagai transportasi umum. Baca Juga: Beralih ke Transportasi Umum untuk Kurangi Emisi Transportasi Umum Transportasi Umum di Indonesia Indonesia sejak dahulu memiliki berbagai kendaraan… 3 Perusahaan Capai Ambisi Kurangi Gas Rumah Kaca Gas rumah kaca merupakan salah satu ancaman yang nyata bagi bumi. Berbagai upaya dilakukan oleh negara-negara di dunia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan. Termasuk pula dari negara-negara industri, mengingat bahwa sektor industri menyumbang sebanyak 23% emisi gas di dunia per tahun 2021. Baca Juga: Bursa Karbon Indonesia: Peluang dan Tantangan dalam Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Emisi yang disumbangkan oleh industri tidak lain utamanya adalah datang dari aktivitas menghasilkan energi berbasis pembakaran bahan bakar fosil, serta dari reaksi-reaksi kimia tertentu dalam proses produksi bahan mentah. Baca Juga: Emisi Gas Rumah Kaca Scope 1, 2 dan 3… Terapkan Dekarbonisasi, 3 Perusahaan Ini Serius Tangani ESG Di tengah kondisi lingkungan yang semakin mengkhawatirkan karena masifnya dampak perubahan iklim, upaya untuk memperbaiki situasi perlu dilakukan secara bersama-sama oleh berbagai pihak. Mulai dari individu, entitas, maupun perusahaan. Terutama perusahaan dari sektor industri kelistrikan yang menyumbang sekitar 43% total emisi karbon terhadap lingkungan. Maupun juga untuk perusahaan dari sektor lainnya, penting untuk menyadari bahwa meningkatnya panas bumi akibat emisi gas karbon adalah hal yang serius. Dalam hal ini, praktik dekarbonisasi secara bertahap dapat mendorong perubahan ke arah yang lebih baik. Berikut 3 perusahaan yang sudah terapkan dekarbonisasi:  Dekarbonisasi: IKEA IKEA adalah salah satu contoh perusahaan yang secara serius tangani ESG… Beralih ke Transportasi Umum untuk Kurangi Emisi Dalam kehidupan, jejak karbon ditemukan dalam berbagai aktivitas. Salah satunya adalah dari aktivitas bepergian dengan menggunakan mode kendaraan bermotor. Kendaraan bermotor sebagai bentuk transportasi memerlukan bahan bakar seperti bensin maupun solar untuk dapat beroperasi.  Sedikit disadari, bahwa transportasi dalam bentuk kendaraan bermesin dapat memberikan dampak buruk terhadap lingkungan dibandingkan transportasi umum. Baca Juga: Selebriti Dunia Ini Disebut Punya Jejak Emisi Jet Pribadi Terburuk Penyumbang utama emisi karbon Mengutip dari World Resource Institute pada tahun 2016, emisi karbon dioksida yang dihasilkan dari transportasi menyumbangkan seperlima dari total emisi karbon dioksida global. Diiringi dengan jumlah penggunaan transportasi pribadi yang tinggi, gas sisa… Fast Fashion dan Efeknya bagi Bumi Istilah fast fashion belakangan semakin dikenal seiring dengan meningkatnya pilihan akan tren dan mode dalam berpakaian. Silih berganti tren fashion mendorong pada meningkatnya limbah pakaian yang sayangnya dapat berdampak buruk bagi bumi. Bahkan, limbah fashion akibat tren ini disebut-sebut menyumbang polusi yang tinggi. Oleh sebab itu, tren ini dianggap membahayakan sebab limbahnya yang belum dapat tertangani dengan baik. Baca Juga: Merek Fashion Berkelanjutan dari Seluruh Dunia Fast Fashion Apa Itu Fast Fashion? Industri mode cepat atau fast fashion merupakan istilah yang digunakan untuk mendefinisikan pakaian murah dan trendi yang diproduksi dan dipasarkan secara cepat dan massal untuk memaksimalkan tren saat… 5 Daerah di Indonesia dengan Deforestasi Terparah Tahun 2023 Deforestasi menjadi satu dari sekian masalah terkait lingkungan di Indonesia yang perlu mendapat perhatian serius. Sebab berdasarkan data terbaru, luas hutan alam di Indonesia terus mengalami penyusutan setiap tahunnya dan mengancam keberlangsungan ekosistem. Baca Juga: Deforestasi: Apa itu, Penyebab, Dampak, dan Pencegahan Dikutip dari data perhitungan Deforestasi Indonesia 2023 oleh Auriga …

3 Perusahaan Capai Ambisi Kurangi Gas Rumah Kaca

3 Perusahaan Capai Ambisi Kurangi Gas Rumah Kaca

Gas rumah kaca merupakan salah satu ancaman yang nyata bagi bumi. Berbagai upaya dilakukan oleh negara-negara di dunia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan. Termasuk pula dari negara-negara industri, mengingat bahwa sektor industri menyumbang sebanyak 23% emisi gas di dunia per tahun 2021. Baca Juga: Bursa Karbon Indonesia: Peluang dan Tantangan dalam Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Emisi yang disumbangkan oleh industri tidak lain utamanya adalah datang dari aktivitas menghasilkan energi berbasis pembakaran bahan bakar fosil, serta dari reaksi-reaksi kimia tertentu dalam proses produksi bahan mentah. Baca Juga: Emisi Gas Rumah Kaca Scope 1, 2 dan 3 Gas Rumah Kaca Dengan kondisi tersebut, kini tiap-tiap perusahaan mulai berambisi untuk kurangi emisi gas rumah kaca, seperti 3 perusahaan berikut ini: Nestlé Dalam Mengurangi Gas Rumah Kaca Mengingat kondisi gas rumah kaca yang tengah terjadi saat ini, Nestlé merupakan salah satu perusahaan yang berkomitmen secara serius untuk mengurangi emisi yang dihasilkan. Ditargetkan pada 2030, Nestlé akan mengurangi separuh emisinya dan mencapai Net Zero Emission di 2050 di tengah pertumbuhan perusahaannya. Sebagai hasil dari penandatanganan Komitmen UN Business Ambition for 1.5ºC, Nestle merealisasikan kontribusi pengurangan gas rumah kaca melalui dukungan kepada para petani dan pemasok untuk mengembangkan pertanian regeneratif, penanaman jutaan pohon untuk 10 tahun ke depan dan penyelesaian transisi perusahaan menggunakan energi listrik terbarukan. Salah satu contohnya adalah pada penandatanganan perjanjian kerja sama antara  PT Nestlé Indonesia dan PT Tasma Bioenergy Bioenergy (Berkeley Energy Commercial Industry Services – BECIS) untuk pembangunan 2 biomass boilers di Pabrik Nestllé Kejayan, Jawa Timur dan Pabrik Nestlé Karawang, Jawa Barat, yang menggunakan gabah sebagai sumber energi terbarukan.  Frisian Flag Indonesia Tangani Emisi Gas Rumah Kaca Perusahaan berikutnya yang juga telah berkomitmen untuk menciptakan bumi yang lebih ramah lingkungan adalah Frisian Flag Indonesia. Menyadari kondisi bumi yang tengah menghadapi tantangan lingkungan global dan emisi gas rumah kaca, Frisian Flag Indonesia telah berhasil menurunkan Index Emisi Gas Rumah Kaca hingga 38%. Keberhasilan ini dicapai oleh Frisian Flag Indonesia melalui berbagai inisiasi. Seperti dengan menghemat pemakaian listrik hingga 1,5 juta Kwh (2017-2021), menghemat penggunaan air sebanyak 42.778m³ air (2017-2021), serta melakukan terobosan dengan memodifikasi kemasan produknya. Kemasan produk yang telah mempertimbangkan dampak lingkungan dari Frisian Flag Indonesia adalah kemasan yang dapat didaur ulang sebanyak 84% kemasan. Frisian Flag Indonesia juga menyerukan ajakan kepada masyarakat dengan menyelenggarakan program pengumpulan kemasan bekas pakai untuk kemudian dimanfaatkan kembali sebagai bahan dasar produk yang bermanfaat. Indofood Berhasil Menurunkan Emisi Gas Rumah Kaca Di tengah risiko krisis pangan global, Indofood merupakan suatu perusahaan yang telah sadar akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Indofood telah menerapkan praktik agrikultur yang berkelanjutan guna mendukung target pemerintah Indonesia untuk mencapai Net Sink dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan di tahun 2030. Penerapan berkelanjutan yang telah diterapkan oleh Grup Indofood mencakup penggunaan energi terbarukan, di mana sekitar 67% sumber energi berasal dari biomassa (cangkang) dan energi surya. Grup Indofood juga mengoptimalkan penggunaan air dengan teknologi Sea Water Reverse Osmosis guna mengurangi penggunaan air tanah (ground water) dan berupaya mengurangi emisi gas rumah kaca.  Pada dasarnya, tiap-tiap perusahaan maupun entitas perlu untuk menyadari jumlah emisi gas rumah kaca yang dihasilkannya. Oleh karena itu, perhitungan emisi penting untuk dilakukan. Dalam hal ini, Satuplatform hadir sebagai all-in-one sustainability platform yang memberikan FREE DEMO kepada perusahaan dan entitas untuk menghitung simulasi emisi karbon. Cek sekarang juga! Similar Article 3 Perusahaan Capai Ambisi Kurangi Gas Rumah Kaca Gas rumah kaca merupakan salah satu ancaman yang nyata bagi bumi. Berbagai upaya dilakukan oleh negara-negara di dunia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan. Termasuk pula dari negara-negara industri, mengingat bahwa sektor industri menyumbang sebanyak 23% emisi gas di dunia per tahun 2021. Baca Juga: Bursa Karbon Indonesia: Peluang dan Tantangan dalam Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Emisi yang disumbangkan oleh industri tidak lain utamanya adalah datang dari aktivitas menghasilkan energi berbasis pembakaran bahan bakar fosil, serta dari reaksi-reaksi kimia tertentu dalam proses produksi bahan mentah. Baca Juga: Emisi Gas Rumah Kaca Scope 1, 2 dan 3… Terapkan Dekarbonisasi, 3 Perusahaan Ini Serius Tangani ESG Di tengah kondisi lingkungan yang semakin mengkhawatirkan karena masifnya dampak perubahan iklim, upaya untuk memperbaiki situasi perlu dilakukan secara bersama-sama oleh berbagai pihak. Mulai dari individu, entitas, maupun perusahaan. Terutama perusahaan dari sektor industri kelistrikan yang menyumbang sekitar 43% total emisi karbon terhadap lingkungan. Maupun juga untuk perusahaan dari sektor lainnya, penting untuk menyadari bahwa meningkatnya panas bumi akibat emisi gas karbon adalah hal yang serius. Dalam hal ini, praktik dekarbonisasi secara bertahap dapat mendorong perubahan ke arah yang lebih baik. Berikut 3 perusahaan yang sudah terapkan dekarbonisasi:  Dekarbonisasi: IKEA IKEA adalah salah satu contoh perusahaan yang secara serius tangani ESG… Beralih ke Transportasi Umum untuk Kurangi Emisi Dalam kehidupan, jejak karbon ditemukan dalam berbagai aktivitas. Salah satunya adalah dari aktivitas bepergian dengan menggunakan mode kendaraan bermotor. Kendaraan bermotor sebagai bentuk transportasi memerlukan bahan bakar seperti bensin maupun solar untuk dapat beroperasi.  Sedikit disadari, bahwa transportasi dalam bentuk kendaraan bermesin dapat memberikan dampak buruk terhadap lingkungan dibandingkan transportasi umum. Baca Juga: Selebriti Dunia Ini Disebut Punya Jejak Emisi Jet Pribadi Terburuk Penyumbang utama emisi karbon Mengutip dari World Resource Institute pada tahun 2016, emisi karbon dioksida yang dihasilkan dari transportasi menyumbangkan seperlima dari total emisi karbon dioksida global. Diiringi dengan jumlah penggunaan transportasi pribadi yang tinggi, gas sisa… Fast Fashion dan Efeknya bagi Bumi Istilah fast fashion belakangan semakin dikenal seiring dengan meningkatnya pilihan akan tren dan mode dalam berpakaian. Silih berganti tren fashion mendorong pada meningkatnya limbah pakaian yang sayangnya dapat berdampak buruk bagi bumi. Bahkan, limbah fashion akibat tren ini disebut-sebut menyumbang polusi yang tinggi. Oleh sebab itu, tren ini dianggap membahayakan sebab limbahnya yang belum dapat tertangani dengan baik. Baca Juga: Merek Fashion Berkelanjutan dari Seluruh Dunia Fast Fashion Apa Itu Fast Fashion? Industri mode cepat atau fast fashion merupakan istilah yang digunakan untuk mendefinisikan pakaian murah dan trendi yang diproduksi dan dipasarkan secara cepat dan massal untuk memaksimalkan tren saat… 5 Daerah di Indonesia dengan Deforestasi Terparah Tahun 2023 Deforestasi menjadi satu dari sekian masalah terkait lingkungan di Indonesia yang perlu mendapat perhatian …

Terapkan Dekarbonisasi, 3 Perusahaan Ini Serius Tangani ESG

Di tengah kondisi lingkungan yang semakin mengkhawatirkan karena masifnya dampak perubahan iklim, upaya untuk memperbaiki situasi perlu dilakukan secara bersama-sama oleh berbagai pihak. Mulai dari individu, entitas, maupun perusahaan. Terutama perusahaan dari sektor industri kelistrikan yang menyumbang sekitar 43% total emisi karbon terhadap lingkungan. Maupun juga untuk perusahaan dari sektor lainnya, penting untuk menyadari bahwa meningkatnya panas bumi akibat emisi gas karbon adalah hal yang serius. Dalam hal ini, praktik dekarbonisasi secara bertahap dapat mendorong perubahan ke arah yang lebih baik. Berikut 3 perusahaan yang sudah terapkan dekarbonisasi:  Dekarbonisasi: IKEA IKEA adalah salah satu contoh perusahaan yang secara serius tangani ESG dengan menerapkan prinsip dekarbonisasi. Strategi yang dijalankan oleh IKEA Foundation salah satunya adalah dengan meluncurkan kemitraan baru senilai $12 juta untuk mempercepat aksi iklim di Indonesia bersama dengan ClimateWorks Foundation. Baca Juga: Dekarbonisasi: Menuju Emisi Nol Karbon (Zero Emisi) Kemitraan baru dengan ClimateWorks akan berfokus pada mendukung kemajuan kebijakan di sektor ekonomi yang paling banyak menggunakan energi, yaitu transportasi, bangunan, peralatan, dan industri berat. Di samping itu, strategi lainnya adalah dengan aktif ikut serta dalam forum-forum lingkungan. Seperti yang dideklarasikan oleh Pemprov Bali di tahun 2023, IKEA juga ikut serta mendukung Rencana Aksi Bali Menuju Net Zero Emissions 2045. Rencana aksi ini merupakan wujud dari inisiatif menuju dekarbonisasi khususnya pada aspek ketenagalistrikan.  Dekarbonisasi: PT Pertamina (Persero) Perusahaan berikutnya yang juga menerapkan dekarbonisasi adalah PT Pertamina (Persero). Perusahaan ini telah berhasil mencapai targetnya pada 2023, dan bahkan melampaui dari nilai pengurangan emisi karbon dioksida setara sebesar 1,13 juta ton, atau 124 persen dari target 910 ribu ton. Baca Juga: Dekarbonisasi untuk Energi Bersih Menurut lembaga ESG Rating Sustainalytics, Pertamina menduduki peringkat pertama dunia pada sub-sektor Minyak dan Gas Terintegrasi dari sebanyak 61 perusahaan dunia. Dengan dilakukan pada operasional Pertamina, ini telah berdampak positif bagi Environmental, Social, Governance (ESG).  Inovasi ini dijalankan dengan mengimplementasikan teknologi Carbon Capture Storage (CCS)/Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS). Hal lainnya yang dilakukan Pertamina adalah dengan penjualan produk biodiesel B35 yang ramah lingkungan. Produk ini diperkirakan dapat menurunkan emisi sekitar 29 juta ton COE per tahunnya.  Dekarbonisasi: PGN Saka Perusahaan berikutnya yang memastikan bahwa bisnisnya telah mewujudkan dekarbonisasi adalah PT Saka Energi Indonesia (PGN Saka). Perusahaan ini telah secara bertahap mengganti bahan bakar fosil yang digunakannya dengan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. Langkah ini dilakukan demi mencapai target Net Zero Emission pada 2030. Dalam upaya untuk memastikan bahwa perusahaannya menjalankan aksi iklim dengan baik, dibentuk pula Panduan Dasar Dekarbonisasi: Basic-Better-Best untuk digalakkan oleh perusahaan. Dalam panduan ini, terdapat penilaian strategi pengurangan emisi cakupan 1, 2, dan 3 dan juga untuk membandingkan kemajuan perusahaan menyongsong ambisi untuk dekarbonisasi. Strategi yang dijalankan oleh perusahaan-perusahaan tersebut tidak terlepas dari analisa terhadap ESG perusahaan dan proyeksi perhitungan karbon yang dapat dieliminasi dalam kapasitas perusahaan. Saat ini, simulasi perhitungan emisi karbon sudah dapat Anda lakukan secara lebih mudah dengan kehadiran Satuplatform sebagai all-in-one sustainability platform. Coba FREE DEMOnya sekarang juga! Similar Article Navigating the Crossroads: Understanding the Complex Dynamics of Deforestation in Indonesia Indonesia, with its lush rainforests and diverse ecosystems, has long been at the forefront of global environmental concerns due to alarming deforestation rates. Read More: 5 Big Threats of Deforestation Its tens of thousands of species find a home above, below, and within the canopy of the forests that span 921 thousand square kilometres, or 49% of the total land area, now are under the threat of dangerous deforestation and climate change. In this article, we delve into the multifaceted nature of deforestation in Indonesia, exploring its impacts, and environmental dynamics and policies at play. Read More: 5 Daerah di… Catat, Cara Ikutan Bursa Perdagangan Karbon Perdagangan karbon merupakan salah satu bentuk manifestasi dari Nilai Ekonomi Karbon (NEK) untuk mendukung perubahan iklim. Saat ini, Indonesia sudah memiliki bursa karbonnya sendiri yaitu IDX Carbon yang berada di naungan PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Baca Juga: Bursa Karbon: Pengertian, Cara Kerja, dan Dampaknya Melalui IDXCarbon, perusahaan yang berhasil menekan emisi karbon dapat menjual kredit karbonnya ke perusahaan yang melewati batas emisi yang diperbolehkan. Mari simak bagaimana cara ikut ke dalam bursa perdagangan karbon, berikut ini: Perdagangan Karbon Penuhi Syarat Bursa Perdagangan Karbon Untuk dapat mengikuti bursa karbon, ada syarat yang harus dipenuhi oleh perusahaan maupun instansi yang memiliki… Transportasi Berkelanjutan sebagai Fasilitas Kendaraan Umum Penggunaan kendaraan umum digadang-gadang sebagai solusi dari fenomena tingginya mobilitas penduduk dan kemacetan yang terjadi di kota-kota besar. Namun sedikit disadari bahwa memilih kendaraan umum saja tidak cukup untuk menjadi solusi terbaik di tengah kondisi iklim yang semakin mengkhawatirkan. Baca Juga: Bangga! Inisiatif Indonesia Wujudkan Transportasi Umum dan Berkelanjutan Dalam hal ini, infrastruktur kendaraan umum dan angkutan publik yang ramah terhadap lingkungan sangat diperlukan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.  Kendaraan Umum Transportasi Berkelanjutan Transportasi berkelanjutan adalah suatu moda transportasi yang minim emisi, efisien dari segi energi, terjangkau secara ekonomi, juga meliputi moda transportasi listrik dan transportasi dengan energi alternatif.  Menurut World… Bangga! Inisiatif Indonesia Wujudkan Transportasi Umum dan Berkelanjutan Diskursus mengenai transportasi saat ini tidak cukup hanya melihat pada mode yang digunakan oleh orang-orang untuk mobilisasi. Namun, penting pula untuk memperhatikan dampak yang diberikan terhadap lingkungan. Sebab, tidak dapat dipungkiri bahwa kini, sekitar 90% transportasi masih berupa petroleum-based yang dapat menyisakan jejak karbon Mengingat bahwa transportasi menjadi objek yang perlu diperhatikan karena telah memberikan dampak emisi gas sisa terhadap lingkungan, maka setiap negara-negara di dunia perlu untuk memperhatikan mode transportasi yang berjalan, terutama yang digunakan sebagai transportasi umum. Baca Juga: Beralih ke Transportasi Umum untuk Kurangi Emisi Transportasi Umum Transportasi Umum di Indonesia Indonesia sejak dahulu memiliki berbagai kendaraan… 3 Perusahaan Capai Ambisi Kurangi Gas Rumah Kaca Gas rumah kaca merupakan salah satu ancaman yang nyata bagi bumi. Berbagai upaya dilakukan oleh negara-negara di dunia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan. Termasuk pula dari negara-negara industri, mengingat bahwa sektor industri menyumbang sebanyak 23% emisi gas di dunia per tahun 2021. Baca Juga: Bursa Karbon Indonesia: Peluang dan Tantangan dalam Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Emisi yang disumbangkan oleh industri tidak lain utamanya adalah datang dari aktivitas menghasilkan energi berbasis pembakaran bahan bakar fosil, …

Beralih ke Transportasi Umum untuk Kurangi Emisi

Dalam kehidupan, jejak karbon ditemukan dalam berbagai aktivitas. Salah satunya adalah dari aktivitas bepergian dengan menggunakan mode kendaraan bermotor. Kendaraan bermotor sebagai bentuk transportasi memerlukan bahan bakar seperti bensin maupun solar untuk dapat beroperasi.  Sedikit disadari, bahwa transportasi dalam bentuk kendaraan bermesin dapat memberikan dampak buruk terhadap lingkungan dibandingkan transportasi umum. Baca Juga: Selebriti Dunia Ini Disebut Punya Jejak Emisi Jet Pribadi Terburuk Penyumbang utama emisi karbon Mengutip dari World Resource Institute pada tahun 2016, emisi karbon dioksida yang dihasilkan dari transportasi menyumbangkan seperlima dari total emisi karbon dioksida global. Diiringi dengan jumlah penggunaan transportasi pribadi yang tinggi, gas sisa pembakaran dari bahan bakar fosil seperti bensin secara akumulatif menyumbangkan jejak karbon ke lingkungan dalam jumlah yang signifikan. Bahan bakar fosil sendiri memiliki berbagai macam bentuk, seperti gas alam, batu bara, maupun minyak bumi (petroleum). Dalam bentuk minyak bumi, bahan bakar tersebut didapatkan dari hasil ekstraksi melalui pengeboran sumur minyak dan kemudian diolah menjadi berbagai produk, termasuk bensin, diesel, dan minyak tanah. Produk-produk tersebut yang kemudian digunakan oleh mode transportasi, mengalami proses pembakaran hingga menghasilkan gas sisa ke atmosfer. Baca Juga: 5 Perusahaan yang Berkomitmen Kurangi Emisi Karbon Bahan Bakar Fosil dalam Proses Industri Di samping bensin sebagai bahan bakar fosil yang paling umum dikenal untuk kendaraan bermotor, bahan bakar fosil lainnya juga sering digunakan untuk proses industri dan ikut menyumbang kontribusi nilai jejak karbon di lingkungan. Seperti contohnya untuk pembangkit listrik, bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak bumi, maupun gas alam, digunakan secara luas untuk menghasilkan energi listrik di pembangkit termal. Contoh lainnya adalah dalam industri kimia dan manufaktur, minyak bumi digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan plastik, pelumas, dan produk kimia lainnya. Penggunaan Transportasi Umum Di tengah aktivitas industri dan gas sisa kendaraan bermotor yang dihasilkan setiap hari, bertransformasi ke transportasi umum merupakan salah satu bentuk upaya untuk mengurangi jumlah emisi yang dihasilkan. Studi dari Greenpeace pada tahun 2022 menunjukkan bahwa pengurangan emisi maksimal yang dapat dicapai pada tahun 2050 adalah sebesar sekian 88,5% atau sebesar 20,2 juta ton CO2e lebih sedikit dibandingkan emisi saat ini. Untuk mencapai kondisi tersebut salah satunya perlu didukung oleh transportasi publik atau umum sebagai mode kendaraan yang paling rendah emisi.  Dalam kurun waktu hampir 5 tahun ini, jumlah mode transportasi umum mengalami peningkatan. Seperti contohnya untuk transportasi di Jakarta yaitu bus Transjakarta, yang mencapai 4.395 unit bus beroperasi sepanjang Januari 2024, meningkat 14,07 persen dibanding Januari 2023. Sebelumnya, pada saat Pandemi Covdid di 2020 bus Transjakarta beroperasi sebanyak 2.725 unit.  Berbicara mengenai saat ini, telah banyak pula inisiatif pemerintah untuk memfasilitasi transportasi melalui berbagai mode seperti kereta cepat dan kereta listrik untuk mendorong transformasi secara berkelanjutan.  Di samping itu, menuju emisi nol, bagi pelaku industri penting pula untuk mulai menghitung besaran emisi yang ditimbulkan dari beragam aktivitas industri untuk dapat memproyeksikan rencana pengurangan emisi karbon yang lebih terukur.  Saat ini, telah hadir Satuplatform sebagai all-in-one sustainability platform yang memberikan FREE DEMO kepada perusahaan dan entitas untuk menghitung simulasi emisi karbon. Cek sekarang juga! Similar Article Beralih ke Transportasi Umum untuk Kurangi Emisi Dalam kehidupan, jejak karbon ditemukan dalam berbagai aktivitas. Salah satunya adalah dari aktivitas bepergian dengan menggunakan mode kendaraan bermotor. Kendaraan bermotor sebagai bentuk transportasi memerlukan bahan bakar seperti bensin maupun solar untuk dapat beroperasi.  Sedikit disadari, bahwa transportasi dalam bentuk kendaraan bermesin dapat memberikan dampak buruk terhadap lingkungan dibandingkan transportasi umum. Baca Juga: Selebriti Dunia Ini Disebut Punya Jejak Emisi Jet Pribadi Terburuk Penyumbang utama emisi karbon Mengutip dari World Resource Institute pada tahun 2016, emisi karbon dioksida yang dihasilkan dari transportasi menyumbangkan seperlima dari total emisi karbon dioksida global. Diiringi dengan jumlah penggunaan transportasi pribadi yang tinggi, gas sisa… Fast Fashion dan Efeknya bagi Bumi Istilah fast fashion belakangan semakin dikenal seiring dengan meningkatnya pilihan akan tren dan mode dalam berpakaian. Silih berganti tren fashion mendorong pada meningkatnya limbah pakaian yang sayangnya dapat berdampak buruk bagi bumi. Bahkan, limbah fashion akibat tren ini disebut-sebut menyumbang polusi yang tinggi. Oleh sebab itu, tren ini dianggap membahayakan sebab limbahnya yang belum dapat tertangani dengan baik. Baca Juga: Merek Fashion Berkelanjutan dari Seluruh Dunia Fast Fashion Apa Itu Fast Fashion? Industri mode cepat atau fast fashion merupakan istilah yang digunakan untuk mendefinisikan pakaian murah dan trendi yang diproduksi dan dipasarkan secara cepat dan massal untuk memaksimalkan tren saat… 5 Daerah di Indonesia dengan Deforestasi Terparah Tahun 2023 Deforestasi menjadi satu dari sekian masalah terkait lingkungan di Indonesia yang perlu mendapat perhatian serius. Sebab berdasarkan data terbaru, luas hutan alam di Indonesia terus mengalami penyusutan setiap tahunnya dan mengancam keberlangsungan ekosistem. Baca Juga: Deforestasi: Apa itu, Penyebab, Dampak, dan Pencegahan Dikutip dari data perhitungan Deforestasi Indonesia 2023 oleh Auriga Nusantara, sepanjang tahun 2023, Indonesia telah mengalami kehilangan wilayah hutan seluas 257.384 ha.  Angka deforestasi tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yakni tahun 2022, di mana ada sekitar 230.760 ha luas hutan alam Indonesia yang hilang. Indonesia yang dikenal sebagai salah satu paru-paru dunia karena memiliki wilayah hutan yang… 3 Perkembangan Teknologi terkait Iklim di Asia Berbagai inovasi teknologi terus dikembangkan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, meningkatkan efisiensi energi, dan memperkuat adaptasi terhadap dampak perubahan iklim. Baca Juga: 3 Teknologi Atasi Perubahan Iklim Teknologi memainkan peran penting dan membuka jalan bagi masa depan bumi yang berkelanjutan. Dunia bahkan terus berlomba-lomba dalam menciptakan solusi ramah lingkungan untuk mengatasi krisis iklim yang semakin melanda. Teknologi Iklim Berdasarkan informasi dari Earth, berikut adalah tiga perkembangan teknologi terkait iklim di Asia. Baca Juga: 3 Mitos dan Fakta terkait Perubahan Iklim 1. Perdagangan Kredit Karbon Penerapan perdagangan karbon di Asia kini telah banyak dilakukan oleh negara-negara yang mewakili lebih dari… 3 Teknologi Atasi Perubahan Iklim Iklim di bumi pada dasarnya telah mengalami perubahan berkali-kali sejak waktu yang lama. Terjadi dalam kurun waktu ratusan bahkan hingga ribuan tahun. Baca Juga: Sejauh Mana Upaya Indonesia Melawan Krisis Perubahan Iklim? Akan tetapi, ilmuwan meyakini bahwa laju perubahan iklim semakin terus mengalami percepatan dalam beberapa dekade terakhir. Kenaikan suhu global mempercepat peningkatan permukaan laut, penyusutan es abadi dan gletser, juga salah satunya meningkatkan potensi terjadinya cuaca esktrem.   Meningkatnya fenomena perubahan …

Fast Fashion dan Efeknya bagi Bumi

Fast Fashion dan Efeknya bagi Bumi

Istilah fast fashion belakangan semakin dikenal seiring dengan meningkatnya pilihan akan tren dan mode dalam berpakaian. Silih berganti tren fashion mendorong pada meningkatnya limbah pakaian yang sayangnya dapat berdampak buruk bagi bumi. Bahkan, limbah fashion akibat tren ini disebut-sebut menyumbang polusi yang tinggi. Oleh sebab itu, tren ini dianggap membahayakan sebab limbahnya yang belum dapat tertangani dengan baik. Baca Juga: Merek Fashion Berkelanjutan dari Seluruh Dunia Fast Fashion Apa Itu Fast Fashion? Industri mode cepat atau fast fashion merupakan istilah yang digunakan untuk mendefinisikan pakaian murah dan trendi yang diproduksi dan dipasarkan secara cepat dan massal untuk memaksimalkan tren saat ini. Menurut Earth, istilah ini pertama kali digunakan pada awal tahun 1990-an oleh New York Times untuk menggambarkan kegiatan produksi dan penjualan pakaian yang singkat. Produsen fast fashion terbesar di dunia meliputi Zara, UNIQLO, Forever 21, dan H&M. Tren ini umumnya menghadirkan pakaian atau mode yang sangat dibutuhkan oleh tren pada masa itu. Karena diproduksi secara massal, persediaannya pun banyak dengan koleksi yang beragam. Sayangnya, ketika tren berganti dan produk tidak lagi diminati, produk tersebut akan disingkirkan dan diganti dengan tren yang baru. Baca Juga: Tanda-Tanda Perusahaan Lakukan Greenwashing Dampak Fast Fashion Meskipun tren ini dianggap memiliki demand yang tinggi dan pakaian memang merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditinggalkan, namun fast fashion memiliki dampak yang kurang baik bagi keberlanjutan lingkungan Menurut analisis UNECE PBB, industri fashion menyumbang sampai dengan 10% dari total emisi karbon global. Berasal dari beragam proses salah satunya proses produksi dan penanganan limbah pasca pakai. Angka ini lebih besar jika dibandingkan dengan gabungan emisi dari sektor penerbangan dan pelayaran. Tren ini juga dikatakan mengonsumsi air dan energi dalam jumlah besar untuk memenuhi demand-nya. Dibutuhkan sekitar 700 galon air untuk memproduksi satu kemeja katun. Belum lagi dengan penggunaan serat alami seperti kapas yang jumlahnya tidak sedikit. Begitu tren berganti, pakaian-pakaian yang tidak lagi diminati kebanyakan belum dikelola dengan baik. Menyebabkan penumpukan limbah dan sampah pakaian yang tidak sedikit. BBC menjelaskan bahwa baru sekitar 12% saja sampah fashion yang berhasil didaur ulang secara global.  Mengurangi Dampak dari Fast Fashion Masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam berpakaian dengan memaksimalkan apa-apa saja yang ada dalam lemari mereka. Menerapkan capsule wardrobe dan membeli pakaian yang timeless dapat membantu individu mengoptimalkan masa pakai pakaian yang dimiliki. Dalam rangka mencegah dampak dari industri fashion, PBB mendorong setiap produsen di industri ini untuk dapat mulai menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam kegiatan produksi. Beberapa hal yang bisa dilakukan misalnya mengerem produksi yang berlebihan, bijak terhadap penggunaan sumber daya alam, memanfaatkan material dan sumber daya terbarukan, dan menghindari pembuangan limbah yang tidak semestinya. Ditambah dengan memastikan kondisi kerja yang aman dan adil serta memperhatikan hak-hak bagi para pekerja. Dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip ESG ke dalam strategi bisnis, produsen fashion dapat memainkan peran penting dalam mengurangi dampak negatif fast fashion. Berkontribusi pada pembangunan industri fashion yang lebih berkelanjutan dan bertanggung jawab.  Your All-in-One Sustainability Platform Dalam upaya mengoptimalkan dan mengelola pencapaian ESG secara tepat, Satuplatform hadir membantu perusahaan mencapai tujuan keberlanjutan dengan menjadi yang terdepan sesuai regulasi yang berlaku.  Satuplatform sebagai platform all-in-one menyediakan solusi komprehensif untuk ESG Management, Carbon Accounting, dan Sustainability Reporting. Dengan fitur-fitur Satuplatform, Anda dapat: Mengumpulkan dan menganalisis data ESG secara akurat dan efisien Melacak emisi karbon dan menetapkan target pengurangan emisi Menyusun laporan ESG yang memenuhi standar internasional dan nasional Satuplatform juga didukung oleh tim ahli yang berpengalaman di bidang keberlanjutan bisnis. Tim ahli kami akan membantu memahami kebutuhan Anda dan mengimplementasikan solusi yang tepat. Hubungi Satuplatform dan dapatkan FREE DEMO sekarang! Wujudkan bisnis yang berkelanjutan, berdaya saing, dan bertanggung jawab bersama Satuplatform. /*! elementor – v3.18.0 – 20-12-2023 */ .elementor-heading-title{padding:0;margin:0;line-height:1}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title[class*=elementor-size-]>a{color:inherit;font-size:inherit;line-height:inherit}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-small{font-size:15px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-medium{font-size:19px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-large{font-size:29px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-xl{font-size:39px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-xxl{font-size:59px} Similar Article Fast Fashion dan Efeknya bagi Bumi Istilah fast fashion belakangan semakin dikenal seiring dengan meningkatnya pilihan akan tren dan mode dalam berpakaian. Silih berganti tren fashion mendorong pada meningkatnya limbah pakaian yang sayangnya dapat berdampak buruk bagi bumi. Bahkan, limbah fashion akibat tren fast fashion disebut-sebut menyumbang polusi yang tinggi. Oleh sebab itu, fast fashion dianggap membahayakan sebab limbahnya yang belum dapat tertangani dengan baik. Apa Itu Fast Fashion? Industri mode cepat atau fast fashion merupakan istilah yang digunakan untuk mendefinisikan pakaian murah dan trendi yang diproduksi dan dipasarkan secara cepat dan massal untuk memaksimalkan tren saat ini. Menurut Earth, istilah fast fashion pertama kali digunakan… 5 Daerah di Indonesia dengan Deforestasi Terparah Tahun 2023 Deforestasi menjadi satu dari sekian masalah terkait lingkungan di Indonesia yang perlu mendapat perhatian serius. Sebab berdasarkan data terbaru, luas hutan alam di Indonesia terus mengalami penyusutan setiap tahunnya dan mengancam keberlangsungan ekosistem. Baca Juga: Deforestasi: Apa itu, Penyebab, Dampak, dan Pencegahan Dikutip dari data perhitungan Deforestasi Indonesia 2023 oleh Auriga Nusantara, sepanjang tahun 2023, Indonesia telah mengalami kehilangan wilayah hutan seluas 257.384 ha.  Angka deforestasi tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yakni tahun 2022, di mana ada sekitar 230.760 ha luas hutan alam Indonesia yang hilang. Indonesia yang dikenal sebagai salah satu paru-paru dunia karena memiliki wilayah hutan yang… 3 Perkembangan Teknologi terkait Iklim di Asia Berbagai inovasi teknologi terus dikembangkan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, meningkatkan efisiensi energi, dan memperkuat adaptasi terhadap dampak perubahan iklim. Baca Juga: 3 Teknologi Atasi Perubahan Iklim Teknologi memainkan peran penting dan membuka jalan bagi masa depan bumi yang berkelanjutan. Dunia bahkan terus berlomba-lomba dalam menciptakan solusi ramah lingkungan untuk mengatasi krisis iklim yang semakin melanda. Teknologi Iklim Berdasarkan informasi dari Earth, berikut adalah tiga perkembangan teknologi terkait iklim di Asia. Baca Juga: 3 Mitos dan Fakta terkait Perubahan Iklim 1. Perdagangan Kredit Karbon Penerapan perdagangan karbon di Asia kini telah banyak dilakukan oleh negara-negara yang mewakili lebih dari… 3 Teknologi Atasi Perubahan Iklim Iklim di bumi pada dasarnya telah mengalami perubahan berkali-kali sejak waktu yang lama. Terjadi dalam kurun waktu ratusan bahkan hingga ribuan tahun. Baca Juga: Sejauh Mana Upaya Indonesia Melawan Krisis Perubahan Iklim? Akan tetapi, ilmuwan meyakini bahwa laju perubahan iklim semakin terus mengalami percepatan dalam beberapa dekade terakhir. Kenaikan suhu global mempercepat peningkatan permukaan laut, penyusutan es abadi dan gletser, juga salah satunya meningkatkan …

Perjalanan Fenomena Global Warming

5 Daerah di Indonesia dengan Deforestasi Terparah Tahun 2023

Deforestasi menjadi satu dari sekian masalah terkait lingkungan di Indonesia yang perlu mendapat perhatian serius. Sebab berdasarkan data terbaru, luas hutan alam di Indonesia terus mengalami penyusutan setiap tahunnya dan mengancam keberlangsungan ekosistem. Baca Juga: Deforestasi: Apa itu, Penyebab, Dampak, dan Pencegahan Dikutip dari data perhitungan Deforestasi Indonesia 2023 oleh Auriga Nusantara, sepanjang tahun 2023, Indonesia telah mengalami kehilangan wilayah hutan seluas 257.384 ha.  Angka deforestasi tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yakni tahun 2022, di mana ada sekitar 230.760 ha luas hutan alam Indonesia yang hilang. Indonesia yang dikenal sebagai salah satu paru-paru dunia karena memiliki wilayah hutan yang begitu luas, perlu merasa khawatir dan waspada akan dampak yang bisa terjadi dengan adanya deforestasi. Baca Juga: 5 Big Threats of Deforestation Berikut ini adalah 5 provinsi yang mengalami deforestasi terparah di Indonesia berdasarkan Data Deforestasi Indonesia 2023. 1. Deforestasi Kalimantan Barat: 35.162 ha Auriga Nusantara mendapati bahwa Kalimantan Barat menjadi provinsi di Indonesia yang mengalami deforestasi terparah pada tahun 2023, yakni seluas 35.162 ha.  Jika melihat hasil analisis dari Global Forest Watch, sepanjang tahun 2002-2020 hutan primer di Kalimantan Barat sudah hilang sekitar 1,25 juta hektar. Setara dengan 36 persen dari total 14,9 juta ha tutupan pohon yang ada sejak tahun 2000-an lalu.. Deforestasi di Kalimantan Barat disebut disumbangkan paling banyak dari alih fungsi hutan untuk perkebunan sawit. Ada sekitar 1,89 juta ha kebun sawit yang berdiri saat ini di Kalimantan Barat.  Besarnya kehilangan tutupan hutan tersebut dapat menjadi peringatan bagi seluruh pihak untuk lebih berhati-hati dalam mengelola hutan dan menjaga apa yang tersisa. 2. Deforestasi Kalimantan Tengah: 30.433 ha Kalimantan Tengah menjadi provinsi berikutnya yang mengalami deforestasi terparah se-Indonesia per tahun 2023, yakni 30.433 ha. Sebagai salah satu daerah dengan penghasil hutan terbesar di Indonesia, Kalimantan Tengah telah kehilangan tutupan hutan mencapai 1,9 juta ha selama tahun 2000-2019, sebagaimana analisis yang dilakukan oleh organisasi lingkungan Save Our Borneo (SOB) Akibat dari deforestasi besar-besaran ini, hutan alam di Kalimantan Tengah terancam kehilangan fungsinya, salah satunya untuk mencegah erosi tanah dan banjir. Hal ini diyakini menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir parah yang melanda Kalimantan Tengah pada Januari lalu, dikarenakan hutan gagal mengatasi efek dari tingginya intensitas hujan yang terjadi. Tutupan lahan hutan di Kalimantan Tengah dapat terjadi karena berbagai faktor. Faktor terbesar yang menyebabkan hal ini ialah karena perubahan terhadap lingkungan, seperti alih fungsi hutan untuk perkebunan sawit, aktivitas tambang, dan pembangunan.  3. Deforestasi Kalimantan Timur: 28.633 ha Satu lagi daerah penghasil hutan terbesar di Indonesia yang mengalami deforestasi terparah adalah Kalimantan Timur, yakni seluas 28.633 ha. Aktivitas alih hutan menjadi perkebunan sawit diyakini kembali menjadi faktor utama dibalik deforestasi hutan yang parah. Ditambah lagi dengan adanya pembukaan hutan dari sektor batu bara, pembangunan, dan tujuan lainnya semakin mendukung percepatan laju deforestasi hutan. Hilangnya kawasan hutan ini selain dapat menyebabkan bencana iklim, juga dapat mengancam ekosistem makhluk hidup. Masyarakat pun dapat terdampak dan dilanda kerugian. 4. Deforestasi Sulawesi Tengah: 16.679 ha Maraknya pembalakan dan penambangan liar serta perubahan terhadap lingkungan disebut-sebut menjadi faktor utama dari terjadi deforestasi hutan di Sulawesi Tengah. Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 306 Tahun 2018 tentang Penetapan Lahan Kritis Nasional, kawasan hutan di Sulawesi Tengah yang hilang akibat deforestasi telah mencapai 264.874 ha. 5. Kalimantan Selatan: 16.067 ha Kalimantan Selatan mengalami deforestasi hutan sepanjang tahun 2023 yakni seluas 16.067 ha. Berdasarkan analisis dari Tempo, deforestasi di Kalimantan Selatan telah mencapai 160 ribu ha sejak tahun 2001-2019. Hal itu disebabkan oleh aktivitas pertambangan dan belum termasuk hilangnya tutupan hutan akibat alih fungsi dan aktivitas lainnya. Akibat dari tingginya tingkat deforestasi, Kalimantan Selatan pun disebut mulai banyak mengalami bencana alam seperti banjir parah, suhu ekstrem, dan lainnya, setelah kurang lebih 50 tahun bencana ekstrem tidak terjadi. Deforestasi memiliki dampak serius pada lingkungan. Hutan-hutan menyediakan habitat bagi berbagai spesies flora dan fauna, serta berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Selain itu, hutan-hutan juga berfungsi sebagai penyerap karbon alami. Saat hutan ditebang atau terbakar, karbon yang disimpan dalam pohon dilepaskan ke atmosfer sebagai karbon dioksida (CO2), yang merupakan gas rumah kaca utama yang menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim. Untuk itu, diperlukan pemahaman dan kesadaran atas dampak dan implikasi dari deforestasi. Bekerja sama menjaga hutan-hutan dunia sebagai aset berharga bagi keseimbangan ekosistem, iklim global, dan kesejahteraan manusia dan makhluk lainnya. Your All-in-One Sustainability Platform Satuplatform hadir untuk mencapai tujuan keberlanjutan dengan menjadi yang terdepan sesuai regulasi yang berlaku. Satuplatform adalah platform all-in-one yang menyediakan solusi komprehensif untuk ESG Management, Carbon Accounting, dan Sustainability Reporting. Dengan fitur-fitur Satuplatform, Anda dapat: Satuplatform juga didukung oleh tim ahli yang berpengalaman di bidang keberlanjutan bisnis. Tim ahli kami akan membantu memahami kebutuhan Anda dan mengimplementasikan solusi yang tepat. Hubungi Satuplatform dan dapatkan FREE DEMO sekarang! Wujudkan bisnis yang berkelanjutan, berdaya saing, dan bertanggung jawab bersama Satuplatform. Similar Article 5 Daerah di Indonesia dengan Deforestasi Terparah Tahun 2023 Deforestasi menjadi satu dari sekian masalah terkait lingkungan di Indonesia yang perlu mendapat perhatian serius. Sebab berdasarkan data terbaru, luas hutan alam di Indonesia terus mengalami penyusutan setiap tahunnya dan mengancam keberlangsungan ekosistem. Baca Juga: Deforestasi: Apa itu, Penyebab, Dampak, dan Pencegahan Dikutip dari data perhitungan Deforestasi Indonesia 2023 oleh Auriga Nusantara, sepanjang tahun 2023, Indonesia telah mengalami kehilangan wilayah hutan seluas 257.384 ha.  Angka deforestasi tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yakni tahun 2022, di mana ada sekitar 230.760 ha luas hutan alam Indonesia yang hilang. Indonesia yang dikenal sebagai salah satu paru-paru dunia karena memiliki wilayah hutan yang… 3 Perkembangan Teknologi terkait Iklim di Asia Berbagai inovasi teknologi terus dikembangkan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, meningkatkan efisiensi energi, dan memperkuat adaptasi terhadap dampak perubahan iklim. Baca Juga: 3 Teknologi Atasi Perubahan Iklim Teknologi memainkan peran penting dan membuka jalan bagi masa depan bumi yang berkelanjutan. Dunia bahkan terus berlomba-lomba dalam menciptakan solusi ramah lingkungan untuk mengatasi krisis iklim yang semakin melanda. Teknologi Iklim Berdasarkan informasi dari Earth, berikut adalah tiga perkembangan teknologi terkait iklim di Asia. Baca Juga: 3 Mitos dan Fakta terkait Perubahan Iklim 1. Perdagangan Kredit Karbon Penerapan perdagangan karbon di Asia kini telah banyak …

3 Perkembangan Teknologi terkait Iklim di Asia

3 Perkembangan Teknologi terkait Iklim di Asia

Berbagai inovasi teknologi terus dikembangkan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, meningkatkan efisiensi energi, dan memperkuat adaptasi terhadap dampak perubahan iklim. Baca Juga: 3 Teknologi Atasi Perubahan Iklim Teknologi memainkan peran penting dan membuka jalan bagi masa depan bumi yang berkelanjutan. Dunia bahkan terus berlomba-lomba dalam menciptakan solusi ramah lingkungan untuk mengatasi krisis iklim yang semakin melanda. Teknologi Iklim Berdasarkan informasi dari Earth, berikut adalah tiga perkembangan teknologi terkait iklim di Asia. Baca Juga: 3 Mitos dan Fakta terkait Perubahan Iklim 1. Perdagangan Kredit Karbon Penerapan perdagangan karbon di Asia kini telah banyak dilakukan oleh negara-negara yang mewakili lebih dari tiga perempat perekonomian kawasan.  Perdagangan karbon menghadirkan sistem jual beli kredit karbon bagi industri atau entitas lainnya dan memungkinkan terjadinya penyeimbangan karbon. Perusahaan dapat memanfaatkan pasar karbon untuk kompensasi emisi gas rumah kaca yang mereka hasilkan dengan membeli kredit karbon dari entitas yang kelebihan.  Dalam perjuangan melawan perubahan iklim, pasar karbon bermanfaat bahkan bagi perusahaan dan organisasi karena memungkinkan mereka mengurangi jejak karbon sekaligus meningkatkan dan melestarikan keanekaragaman hayati melalui proyek pengurangan emisi. Hadir banyak perusahaan di Asia yang berfokus pada pengelolaan karbon, termasuk platform penyediaan pasar karbon hingga yang menyediakan pengukuran emisi karbon bagi entitas besar.  Salah satunya ialah startup teknologi iklim, Fairatmos, menjadi yang pertama di Asia Tenggara yang memperkenalkan platform teknologi karbon.  Bertujuan mendemokratisasi pasar karbon, startup ini membantu pengembang proyek verifikasi kredit karbon, mengembangkan proyek berbasis pengurangan karbon, dan berkontribusi dalam meningkatkan penghidupan masyarakat petani kecil melalui pendapatan tambahan dari kredit karbon. Anda tentu juga dapat berkontribusi dalam kegiatan pengelolaan karbon dengan melakukan pengukuran dan menciptakan solusi dari data karbon yang perusahaan Anda miliki. Dapatkan simulasi pengukurannya bersama platform all-in-one dari Satuplatform dan manfaatkan DEMO GRATIS di sini! 2. Energi Terbarukan Teknologi energi terbarukan dibutuhkan untuk membantu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan menghasilkan energi bersih yang ramah lingkungan. Strategi dekarbonisasi dan transisi sumber energi yang lebih ramah lingkungan telah menjadi topik yang berkembang dan dibahas secara luas dalam beberapa tahun terakhir. Dan perkembangan proyek energi terbarukan di dunia, termasuk di Asia, dikatakan memiliki potensi yang semakin besar.  Dikutip dari Orrick, pada Februari 2023 saja, India telah memiliki hampir 175 GW kapasitas energi terbarukan. Begitu juga dengan Malaysia yang memiliki potensi hampir 337 GW untuk pembangkit listrik tenaga surya. Kemudian, perkembangan di sektor transportasi berkelanjutan juga semakin meningkat. Sebagaimana yang terjadi di Indonesia dan Singapura, di mana minat akan electric vehicle atau kendaraan listrik semakin mendapat perhatian yang besar.  3. Pengelolaan Sampah Pengelolaan sampah menjadi salah satu aspek penting dalam diskusi perubahan iklim dan untuk memfasilitasi transisi energi ramah lingkungan.  Dilakukan dengan memanfaatkan kembali sampah guna memaksimalkan potensi material dan mengurangi jejak karbon yang dihasilkan. Selama bertahun-tahun, Asia telah dihadapkan pada masalah sampah yang serius seperti polusi sampah plastik serta sampah makanan. Akan tetapi, pemanfaatan kembali sampah umumnya masih belum banyak dilakukan. Namun, kini masyarakat dan pihak besar mulai menyadari akan pentingnya pengelolaan sampah bertanggung jawab. Sebagaimana dengan meningkatnya kehadiran penyedia layanan daur ulang sampah. Di banyak negara di Asia, hadir berbagai jenis perusahaan pengelolaan sampah yang berupaya mengubah persepsi masyarakat terkait sampah dari material sisa menjadi bahan berharga.  Perusahaan pengelolaan sampah memainkan peran penting dalam menjaga lingkungan yang bersih dan berkelanjutan. Mereka berkontribusi secara signifikan dalam upaya global untuk menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi emisi gas rumah kaca, dan mempromosikan ekonomi sirkular. /*! elementor – v3.18.0 – 20-12-2023 */ .elementor-heading-title{padding:0;margin:0;line-height:1}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title[class*=elementor-size-]>a{color:inherit;font-size:inherit;line-height:inherit}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-small{font-size:15px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-medium{font-size:19px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-large{font-size:29px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-xl{font-size:39px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-xxl{font-size:59px} Similar Article 5 Daerah di Indonesia dengan Deforestasi Terparah Tahun 2023 Deforestasi menjadi satu dari sekian masalah terkait lingkungan di Indonesia yang perlu mendapat perhatian serius. Sebab berdasarkan data terbaru, luas hutan alam di Indonesia terus mengalami penyusutan setiap tahunnya dan mengancam keberlangsungan ekosistem. Dikutip dari data perhitungan Deforestasi Indonesia 2023 oleh Auriga Nusantara, sepanjang tahun 2023, Indonesia telah mengalami kehilangan wilayah hutan seluas 257.384 ha.  Angka deforestasi tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yakni tahun 2022, di mana ada sekitar 230.760 ha luas hutan alam Indonesia yang hilang. Indonesia yang dikenal sebagai salah satu paru-paru dunia karena memiliki wilayah hutan yang begitu luas, perlu merasa khawatir dan waspada akan dampak… 3 Perkembangan Teknologi terkait Iklim di Asia Berbagai inovasi teknologi terus dikembangkan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, meningkatkan efisiensi energi, dan memperkuat adaptasi terhadap dampak perubahan iklim.  Teknologi memainkan peran penting dan membuka jalan bagi masa depan bumi yang berkelanjutan. Dunia bahkan terus berlomba-lomba dalam menciptakan solusi ramah lingkungan untuk mengatasi krisis iklim yang semakin melanda. Berdasarkan informasi dari Earth, berikut adalah tiga perkembangan teknologi terkait iklim di Asia. 1. Perdagangan Kredit Karbon Penerapan perdagangan karbon di Asia kini telah banyak dilakukan oleh negara-negara yang mewakili lebih dari tiga perempat perekonomian kawasan.  Perdagangan karbon menghadirkan sistem jual beli kredit karbon bagi industri atau entitas lainnya dan… 3 Teknologi Atasi Perubahan Iklim Iklim di bumi pada dasarnya telah mengalami perubahan berkali-kali sejak waktu yang lama. Terjadi dalam kurun waktu ratusan bahkan hingga ribuan tahun. Baca Juga: Sejauh Mana Upaya Indonesia Melawan Krisis Perubahan Iklim? Akan tetapi, ilmuwan meyakini bahwa laju perubahan iklim semakin terus mengalami percepatan dalam beberapa dekade terakhir. Kenaikan suhu global mempercepat peningkatan permukaan laut, penyusutan es abadi dan gletser, juga salah satunya meningkatkan potensi terjadinya cuaca esktrem.   Meningkatnya fenomena perubahan iklim memaksa masyarakat dan organisme bumi beradaptasi terhadap kondisi yang ada agar dapat bertahan dari kepunahan. Berinovasi dalam teknologi menjadi satu dari sekian upaya untuk mengatasi krisis iklim. Teknologi… Tepatkah Bergantung pada Carbon Capture & Storage untuk Kurangi Emisi Karbon? Carbon capture and storage (CCS) merupakan teknologi yang dirancang untuk menangkap, mengangkut, dan menyimpan CO2 secara permanen di dalam tanah dari sumber-sumber besar seperti pembangkit listrik dan pabrik industri. Baca Juga: Carbon Pricing: An Approach to Reduce Greenhouse Gas (GHG) CCS menjadi inovasi yang penting dalam upaya mencegah penambahan jumlah emisi gas rumah kaca di atmosfer. Karbon atau CO2 yang berhasil diangkut dan disimpan dengan aman di bawah tanah diyakini dapat dimanfaatkan untuk tujuan lain yang lebih bermanfaat. Sesuai namanya, carbon capture and storage (CCS) membantu pengurangan emisi CO2 dengan menangkap dan menyimpannya di tempat lain. Namun, apakah teknologi CCS… Building A Greener Tomorrow …

3 Teknologi Atasi Perubahan Iklim

3 Teknologi Atasi Perubahan Iklim

Iklim di bumi pada dasarnya telah mengalami perubahan berkali-kali sejak waktu yang lama. Terjadi dalam kurun waktu ratusan bahkan hingga ribuan tahun. Baca Juga: Sejauh Mana Upaya Indonesia Melawan Krisis Perubahan Iklim? Akan tetapi, ilmuwan meyakini bahwa laju perubahan iklim semakin terus mengalami percepatan dalam beberapa dekade terakhir. Kenaikan suhu global mempercepat peningkatan permukaan laut, penyusutan es abadi dan gletser, juga salah satunya meningkatkan potensi terjadinya cuaca esktrem.   Meningkatnya fenomena perubahan iklim memaksa masyarakat dan organisme bumi beradaptasi terhadap kondisi yang ada agar dapat bertahan dari kepunahan. Berinovasi dalam teknologi menjadi satu dari sekian upaya untuk mengatasi krisis iklim. Teknologi diyakini memiliki peran yang sangat penting dalam mengatasi perubahan iklim dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.  Baca Juga: Upaya Uni Eropa Melawan Perubahan Iklim Berikut adalah beberapa teknologi yang diciptakan berbagai peneliti dan ilmuwan dunia dalam membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dan menghadapi tantangan perubahan iklim: 1. Carbon Capture and Storage (CCS) Atasi Perubahan Iklim Meningkatnya suhu rata-rata bumi menjadi salah satu pengaruh utama terjadinya krisis iklim. Menurut para ilmuwan, utamanya disebabkan oleh produksi emisi gas rumah kaca yang terperangkap di atmosfer. Salah satu gas rumah kaca yang paling signifikan adalah karbon dioksida (CO2). Konsentrasinya saat ini telah meningkat hampir 50% sejak dimulainya revolusi industri. Teknologi CCS dapat membantu menangkap karbon dioksida dari sumber-sumber besar emisi seperti pembangkit listrik dan pabrik industri. Kemudian menyimpannya di bawah tanah atau menggunakan untuk tujuan yang berguna seperti injeksi CO2 dalam produksi minyak bumi. Karbon yang tersimpan di wilayah aman jauh di bawah tanah tidak lagi berkontribusi terhadap efek rumah kaca. Namun, penerapannya harus melalui assesment dan didukung fasilitas yang baik untuk mencegah kebocoran yang berdampak bagi lingkungan. 2. Teknologi Efisiensi Energi untuk Atasi Perubahan Iklim Berbagai aktivitas manusia sehari-hari umumnya masih sangat bergantung pada energi yang bersumber dari bahan bakar fosil. Bahan bakar fosil pun, termasuk batu bara, minyak, dan gas, telah dan terus memainkan peran dominan dalam sistem energi global. Sayangnya, ketergantungan yang besar ini menciptakan dampak negatif, salah satunya yakni memperparah terjadinya perubahan iklim global. Untuk mencegah kondisi yang lebih buruk, dunia didorong untuk dapat segera mengurangi porsi penggunaan bahan bakar fosil dan mulai menerapkan efisiensi energi. Ditambah juga dengan mulai beralih ke sumber energi yang rendah karbon.  Teknologi efisiensi energi seperti bangunan yang hemat energi, sistem transportasi yang efisien, dan peralatan rumah tangga yang ramah lingkungan dapat membantu mengurangi konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca. Menurut Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Dadan Kusdiana, penerapan efisiensi energi sebesar 20% setara dengan menghemat energi listrik sebanyak 13,8 Terra Watt hour (TWh).  Dengan mengoptimalkan inovasi teknologi terkait efisiensi energi, dunia dapat bersama-sama mewujudkan dekarbonisasi dan mencapai target net zero emission. 3. Teknologi Energi Terbarukan Kurangi Perubahan Iklim Saat ini, harapan akan ketersediaan energi terbarukan berkembang pesat. Didorong oleh kemajuan teknologi dan kebutuhan mendesak untuk beralih ke sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Terdapat sejumlah teknologi berbeda yang digunakan untuk menghasilkan energi terbarukan. Mulai dari pengembangan dan penggunaan energi terbarukan seperti energi surya, angin, hydro, dan geotermal, diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang menyebabkan emisi karbon. Namun, dibalik manfaatnya dalam mengatasi perubahan iklim, masih hadir persepsi terkait risikonya tinggi investasi di bidang renewable energy technology sehingga akses terhadap pendanaan menjadi sebuah permasalahan. Meskipun pendanaan tersedia, biayanya menjadi lebih tinggi. Kolaborasi antara teknologi, kebijakan, investasi berkelanjutan dalam riset dan pengembangan, serta partisipasi aktif dari berbagai pemangku kepentingan, diharapkan dapat membantu mencapai tujuan mengatasi krisis iklim. Juga menciptakan masa depan yang berkelanjutan bagi planet kita. Anda juga dapat turut berpartisipasi dalam upaya mengatasi perubahan iklim dengan mengukur dan melaporkan emisi gas rumah kaca (GHG) yang dihasilkan untuk mengidentifikasi area-area di mana emisi dapat dikurangi. Hal tersebut bisa dimulai dengan melakukan simulasi pengukuran emisi yang dihasilkan perusahaan Anda melalui platform all-in-one dari Satuplatform. Dapatkan DEMO GRATIS di sini! Similar Article 5 Daerah di Indonesia dengan Deforestasi Terparah Tahun 2023 Deforestasi menjadi satu dari sekian masalah terkait lingkungan di Indonesia yang perlu mendapat perhatian serius. Sebab berdasarkan data terbaru, luas hutan alam di Indonesia terus mengalami penyusutan setiap tahunnya dan mengancam keberlangsungan ekosistem. Dikutip dari data perhitungan Deforestasi Indonesia 2023 oleh Auriga Nusantara, sepanjang tahun 2023, Indonesia telah mengalami kehilangan wilayah hutan seluas 257.384 ha.  Angka deforestasi tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yakni tahun 2022, di mana ada sekitar 230.760 ha luas hutan alam Indonesia yang hilang. Indonesia yang dikenal sebagai salah satu paru-paru dunia karena memiliki wilayah hutan yang begitu luas, perlu merasa khawatir dan waspada akan dampak… 3 Perkembangan Teknologi terkait Iklim di Asia Berbagai inovasi teknologi terus dikembangkan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, meningkatkan efisiensi energi, dan memperkuat adaptasi terhadap dampak perubahan iklim.  Teknologi memainkan peran penting dan membuka jalan bagi masa depan bumi yang berkelanjutan. Dunia bahkan terus berlomba-lomba dalam menciptakan solusi ramah lingkungan untuk mengatasi krisis iklim yang semakin melanda. Berdasarkan informasi dari Earth, berikut adalah tiga perkembangan teknologi terkait iklim di Asia. 1. Perdagangan Kredit Karbon Penerapan perdagangan karbon di Asia kini telah banyak dilakukan oleh negara-negara yang mewakili lebih dari tiga perempat perekonomian kawasan.  Perdagangan karbon menghadirkan sistem jual beli kredit karbon bagi industri atau entitas lainnya dan… 3 Teknologi Atasi Perubahan Iklim Iklim di bumi pada dasarnya telah mengalami perubahan berkali-kali sejak waktu yang lama. Terjadi dalam kurun waktu ratusan bahkan hingga ribuan tahun. Baca Juga: Sejauh Mana Upaya Indonesia Melawan Krisis Perubahan Iklim? Akan tetapi, ilmuwan meyakini bahwa laju perubahan iklim semakin terus mengalami percepatan dalam beberapa dekade terakhir. Kenaikan suhu global mempercepat peningkatan permukaan laut, penyusutan es abadi dan gletser, juga salah satunya meningkatkan potensi terjadinya cuaca esktrem.   Meningkatnya fenomena perubahan iklim memaksa masyarakat dan organisme bumi beradaptasi terhadap kondisi yang ada agar dapat bertahan dari kepunahan. Berinovasi dalam teknologi menjadi satu dari sekian upaya untuk mengatasi krisis iklim. Teknologi… Tepatkah Bergantung pada Carbon Capture & Storage untuk Kurangi Emisi Karbon? Carbon capture and storage (CCS) merupakan teknologi yang dirancang untuk menangkap, mengangkut, dan menyimpan CO2 secara permanen di dalam tanah dari sumber-sumber besar seperti pembangkit listrik dan pabrik industri. Baca Juga: Carbon Pricing: An Approach …